Lowongan CPNS 2017 Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Jalan H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kavling 4-9 Jakarta 12950
Telepon (021) 5201590 (Hunting)

GERMAS

 

 

 

 

 

 

PENGUMUMAN

NOMOR : KP.01.01/IV//7?/2017

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2017

Kementerian Kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 69 Tanggal 31 Agustus 2017 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2017 di lingkungan Kementerian Kesehatan, membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Tahun 2017 yang akan ditugaskan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia.

  1. UNIT KERJA YANG MENDAPATKAN ALOKASI FORMASI (PENEMPATAN)
  2. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan
  3. RSUP H. Adam Malik Medan
  4. RSUP dr. M. Djamil Padang
  5. RSUP dr. M. Hoesin Palembang
  6. RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  7. RSUP Fatmawati Jakarta
  8. RSUP Persahabatan Jakarta
  9. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
  10. RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
  11. RSUP dr. Kariadi Semarang
  12. RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
  13. RSUP Sanglah Denpasar
  14. RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
  15. RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado
  16. RS Ratatotok Buyat Manado
  17. RS Stroke Nasional Bukittinggi

í

 

  1. RS Kusta dr. Rivai Abdullah Palembang
  2. RS Kusta Sitanala Tangerang
  3. RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta
  4. RS Kanker Dharmais Jakarta
  5. RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
  6. RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
  7. RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta
  8. RS Pusat Otak Nasional Jakarta
  9. RS Ketergantungan Obat Jakarta
  10. RS dr. Marzoeki Mahdi Bogor
  11. RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua
  12. RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung
  13. RS Mata Cicendo Bandung
  14. RS Ortophedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta
  15. RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang
  16. RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
  17. RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
  18. RS Kusta Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
  19. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang
  20. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta
  21. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya
  22. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar
  23. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung
  24. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta
  25. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar
  26. Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek
  27. Balai Kesehatan Mata Masyarakat Makassar
  28. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Medan
  29. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta
  30. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta
  31. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Banjarbaru
  32. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Makassar
  33. Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surabaya
  34. Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jayapura
  35. Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan
  36. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
  37. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan
  38. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak
  39. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura
  40. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang
  41. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Merauke
  42. Badan PPSDM Kesehatan
  43. Poltekkes Kemenkes Medan
  44. Poltekkes Kemenkes Padang
  45. Poltekkes Kemenkes Palembang
  46. Poltekkes Kemenkes Riau
  47. Poltekkes Kemenkes Jambi
  48. Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  49. Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  50. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  51. Poltekkes Kemenkes Banten
  52. Poltekkes Kemenkes Jakarta II
  53. Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  54. Poltekkes Kemenkes Bandung
  55. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  56. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  57. Poltekkes Kemenkes Surakarta
  58. Poltekkes Kemenkes Semarang
  59. Poltekkes Kemenkes Malang
  60. Poltekkes Kemenkes Mataram
  61. Poltekkes Kemenkes Kupang
  62. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Poltekkes Kemenkes Palangkaraya Poltekkes Kemenkes Pontianak Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Poltekkes Kemenkes Makassar Poltekkes Kemenkes Mamuju Poltekkes Kemenkes Palu Poltekkes Kemenkes Gorontalo Poltekkes Kemenkes Manado Poltekkes Kemenkes Kendari Poltekkes Kemenkes Maluku Poltekkes Kemenkes Ternate Poltekkes Kemenkes Jayapura Poltekkes Kemenkes Sorong

II. JABATAN, KUALIFIKASI PENDIDIKAN DAN JUMLAH ALOKASI FORMASI

Jenis Formasi
No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

Jumlah

Formasi

1 Apoteker Ahli Pertama Apoteker 26 26
2 Asisten

Apoteker

Terampil

D.lll Farmasi 18 18
3 Dokter Ahli Pertama Dokter Umum 56 2 2 60
Dokter Umum/Spesialis Anak 26 2 28
Dokter Umum/Spesialis Anestesiologi Dan Reanimasi 25 25
Dokter Umum/Spesialis Bedah 14 14
Dokter Umum/Spesialis Bedah Anak 4 4
Dokter Umum/Spesialis Bedah Onkologi 3 3

 

 

Jenis Formasi
No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

Jumlah

Formasi

Dokter Umum/Spesialis Bedah Plastik 8 8
Dokter Umum/Spesialis Bedah Saraf 9 _ 9
Dokter Umum/Spesialis Bedah Thoraks Dan Kardiovaskular 4 4
Dokter Umum/Spesialis Farmakologi Klinik 3 3
Dokter Umum/Spesialis Forensikdan Medikolegal 7 7
Dokter Umum/Spesialis Gizi Klinik 7 7
Dokter Umum/Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah 26 2 28
Dokter Umum/Spesialis Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi 12 12
Dokter Umum/Spesialis Kedokteran Nuklir 4 4
Dokter Umum/Spesialis Kesehatan Jiwa 9 9
Dokter Umum/Spesialis Kulit dan Kelamin 5 _ 5
Dokter Umum/Spesialis Mata 12 12
Dokter Umum/Spesialis Mikrobiologi Klinik 4 4
Dokter Umum/Spesialis Neurologi 13 13
Dokter Umum/Spesialis Obstetri dan Ginekologi 15 2 17
Dokter Umum/Spesialis Onkologi Radiasi 3 3
Dokter Umum/Spesialis Orthopaedi Dan Traumatologi 12 12

 

No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Jenis Formasi Jumlah

Formasi

Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

Dokter Umum/Spesiaiis Patologi Anatomi 9 9
Dokter Umum/Spesialis Patologi Klinik 10 10
Dokter Umum/Spesialis Penyakit Dalam 36 2 38
Dokter Umum/Spesialis Pulmonologi dan llmu Kedokteran Respirasi 12 12
Dokter Umum/Spesialis Radiologi 12 12
Dokter Umum/Spesialis THT dan KL 8 8
Dokter Umum/Spesialis Urologi 3 3
4 Dokter Gigi Ahli Pertama Dokter Gigi 4 4
Dokter Gigi/Spesialis Bedah Mulut 7 7
Dokter Gigi/Spesialis Kedokteran Gigi Anak 3 3
Dokter Gigi/Spesialis Konservasi Gigi 1 1
Dokter Gigi/Spesialis Orthodonti 2 2
Dokter Gigi/Spesialis Penyakit Mulut 1 1
Dokter Gigi/Spesialis Prosthodenti 1 1
5 Dosen

(Asisten Ahli)

S.2 Analisis Farmasi (Basic Apoteker) 1 1
S.2 Antropologi (Basic S.l Antropologi) 1 1
S.2 Biokimia 1 1
S.2 Biologi (Basic D.IVAnalis Kesehatan) 1 1
S.2 Biomedik 1 1 2

 

Jenis Formasi
No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

Jumlah

Formasi

S.2 Biomedik (Basic S.l Biologi) 1 1
S.2 Bioteknologi (Basic Apoteker/S.l Kimia) 1 1
S.2 Farmasi 6 1 1 8
S.2 Farmasi (Basic Apoteker) 5 1 6
S.2 Farmasi (Peminatan Herbal) (Basic Dokter Umum/Apoteker) 1 1
S.2 Gizi 2 2
S.2 Gizi (Basic D.IV/S.l Gizi) 1 1 2
S.2 Gizi/S.2 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi (Basic S.l Gizi/Biologi) 1 1
S.2 llmu Gizi (Basic S.l/D.IV Gizi) 1 1 2
S.2 llmu Kedokteran Tropis (Basic Dokter/S.l Kesehatan/Biologi/D.IV Analis Kesehatan) 1 1
S.2 llmu Pangan 1 1
S.2 Imunologi 1 1
S.2 Kebidanan 8 1 2 11
S.2 Kebidanan (Basic D.IV Bidan Pendidik) 1 1
S.2 Kebidanan (Basic D.IV Kebidanan) 4 4
S.2 Kebidanan (Basic S.l/D.IV Kebidanan) 1 _ _ 1
S.2 Kebidanan / Kesehatan Masyarakat (Basic S.l/D.IV Kebidanan) 1 1
S.2 Kedokteran Dasar/S.2 Biomedis (Basic S.l Biologi/Biomedik/D.IV Analis Kesehatan) 1 1
S.2 Keperawatan 1 1

 

Jenis Formasi
No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

Jumlah

Formasi

S.2 Keperawatan (Basic Ners) 7 7
S.2 Keperawatan Gigi/Kesehatan (Basic Ners/Dokter Gigi/D.IV Keperawatan gigi) 1 1
S.2 Keperawatan Komunitas (Basic Ners) 1 1
S.2 Keperawatan/Kesehatan Masyarakat (Basic Ners) 1 _ 1
S.2 Kesehatan (Basic D.IV Fisioterapi/Analis Kesehatan) 1 1 2
S.2 Kesehatan (Basic Dokter Gigi) 1 1
S.2 Kesehatan (Basic S.l/D.IV Kebidanan) 1 1
S.2 Kesehatan (D.IV Akupuntur) 1 1
S.2 Kesehatan (D.IV Fisioterapi) 1 1
S.2 Kesehatan (D.IV Okupasi Terapi) 1 1
S.2 Kesehatan (Peminatan Kedokteran Dasar) 1 1
S.2 Kesehatan (Peminatan Kesehatan Lingkungan) 2 2
S.2 Kesehatan Lingkungan 1 1
S.2 Kesehatan Lingkungan (BasicS.l/ D.IV Kesehatan Lingkungan) 1 1
S.2 Kesehatan Masyarakat 1 1
S.2 Kesehatan Masyarakat (Basic D.IV Fisioterapi) 1 1
S.2 Kesehatan Masyarakat (Basic Dokter Gigi/D.IV Perawat Gigi) 1 1

 

No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Jenis Formasi Jumlah

Formasi

Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

S.2 Kesehatan Masyarakat (Basic S.l Kesehatan) 1 ~ ~ 1
S.2 Kesehatan Masyarakat (Peminatan Promosi Kesehatan) 1 1
S.2 Kesehatan Masyarakat (Peminatan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan) 1 1
S.2

Kesehatan/Kebidanan/Terapan Kebidanan (Basic D.IV Kebidanan)

1 1
S.2 Kimia 2 2
S.2 Kimia Klinik 1 1
S.2 Kimia Klinik (Basic D.IV Analis Kesehatan/Farmasi) 1 ~ 1
S.2 Manajemen Farmasi (Basic Apoteker) 1 ~ ~ ~ 1
S.2 Manajemen Rumah Sakit 1 1
S.2 Mikrobiologi/Kimia/Biologi 1 ~ ~ ~ 1
S.2 Teknik Elektro 1 1
S.2 Teknik Lingkungan 1 1
S.2 Terapan Imaging Diagnostik / Kesehatan (Basic D.IVTeknik Radiologi) 1 1
6 Entomolog Kesehatan Ahli Pertama S.l Kesehatan Masyarakat (Peminatan Kesehatan Lingkungan) 1 1
7 Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama S.l Kesehatan Masyarakat 3 4 7
8 Fisioterapis Ahli Pertama D.IV/S.l Fisioterapi 2 ~ ~ ~ 2
9 Fisioterapis

Terampil

D.lll Audiologi 2 ~ ~ ~ 2
D.lll Fisioterapi 24 2 26

 

No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Jenis Formasi Jumlah

Formasi

Umum Cum

Laude

Disabilitas Putra-Putri

Papua/Papua

Barat

10 Nutrisionis

Terampil

D.lll Gizi 21 21
11 Perawat Ahli Pertama Ners 60 55 115
12 Perawat

Terampil

D.lll Keperawatan 111 33 4 148
13 Perekam

Medis

Terampil

D.lll Rekam Medis 22 22
14 Pranata

Laboratorium

Kesehatan

Terampil

D.lll Analis Kesehatan 31 31
15 Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama D.IV Kebidanan 2 2
S.l Gizi (Basic D.lll Gizi) 1 1
S.l/D.IV Kesmas Epidemiologi 1 1
16 Radiografer Ahli Pertama S.l Teknik Radiologi 2 2
S.2 Radiofarmasi 3 3
17 Radiografer

Terampil

D.lll Teknik Radiodiagnostik 23 23
18 Sanitarian

Terampil

D.lll Kesehatan Lingkungan 12 12
19 Teknisi

Elektro

Medis

Terampil

D.lll Elektromedis 43 43
Jumlah 880 106 4 10 1000

 

Catatan :

  1. Rincian alokasi formasi penempatan pada Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia ditayangkan melalui website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.qo.id).
  2. Untuk jabatan .
  3. dokter ahli pertama dengan kualifikasi pendidikan dokter umum/spesialis, diutamakan dokter spesialis (sesuai spesialis yang tercantum). Apabila formasi tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pelamar dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis, maka formasi tersebut dapat dipenuhi oleh pelamar dengan kualifikasi pendidikan dokter umum.
  4. dokter gigi ahli pertama dengan kualifikasi pendidikan dokter gigi/spesialis, diutamakan dokter gigi spesialis (sesuai spesialis yang tercantum). Apabila formasi tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pelamar dengan kualifikasi pendidikan dokter gigi spesialis, maka formasi tersebut dapat dipenuhi oleh pelamar dengan kualifikasi pendidikan dokter gigi.
  • KRITERIA PELAMAR
  1. Kebutuhan dari masing masing jabatan diperuntukan bagi pelamar dengan kriteria:
  2. Cum Laude adalah pelamar lulusan terbaik (Cum Laude/dengan pujian) dengan kriteria lulusan dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus Cum Laude/pujian pada ijazah/transkrip nilai atau sertifikat Cum Laude;
  3. Disabilitas adalah pelamar yang menyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus hanya pada kaki/tungkai atas/tungkai bawah;
  4. Putra-putri Papua dan Papua Barat adalah pelamar dengan kriteria:
  • Menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMU di wilayah Papua dan Papua Barat, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang dilegaiisir atau;
  • berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak) asli Papua atau Papua Barat, dibuktikan dengan akta kelahiran pelamar, fotokopi KTP bapak (ayah kandung) dan surat keterangan hubungan keluarga dari kelurahan/desa (formulir terlampir).

 

  1. Umum adalah pelamar yang tidak termasuk kriteria sebagaimana huruf a., b., dan c. di atas.
  2. Pelamar sebagaimana angka 1 (satu) wajib memenuhi persyaratan pelamaran sebagaimana dalam pengumuman ini.
  3. PERSYARATAN PELAMARAN
  4. Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  5. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat pendaftaran

Usia pelamar ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum pada Ijazah yang digunakan sebagai dasar untuk pelamaran;

  1. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
  2. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  3. Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  4. Tidak menjadi anggota/ pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  5. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  6. Sehatjasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;
  7. Tidak memiliki ketergantungan terhadap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia (surat keterangan bebas NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku, wajib dilengkapi setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi);

 

  1. Tidak merokok;
  2. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Tidak mengajukan pindah selama 5 (lima) tahun sejak diangkat sebagai CPNS sesuai dengan peminatan.
  4. Setiap pelamar harus dapat mengoperasikan komputer (MS Office, surat elektronik dan browsing internet);
  5. Pelamar berasal dari program studi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sekurang-kurangnya terakreditasi B (sangat baik)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sekurang-kurangnya terakreditasi A (unggul) sesuai tahun kelulusan, dengan minimal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,00;
  6. Khusus formasi putra-putri Papua/Papua Barat, pelamar berasal dari program studi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi dengan minimal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 2,75;
  7. Akreditasi program studi perguruan tinggi tersebut berasal dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) atau menggunakan surat keterangan akreditasi dari Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi;
  8. Bagi jabatan Dosen, pelamar wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, ditunjukkan melalui sertifikat TOEFL dengan skor minimal 450 yang diterbitkan mulai Agustus 2015;
  9. Bagi pelamar untuk tenaga kesehatan kecuali entomolog dan epidemiolog harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku sesuai dengan profesi (bukan STR Internship);
  10. Untuk formasi Cum Laude, pelamar harus lulusan dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus Cum Laude/pujian pada ijazah/transkrip nilai atau sertifikat Cum Laude;
  11. Untuk formasi disabilitas, pelamar yang menyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus hanya pada kaki/tungkai atas/tungkai bawah;
  12. Untuk formasi putra-putri Papua/Papua Barat, pelamar menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMU di wilayah Papua/Papua Barat, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang dilegalisir atau berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak) asli Papua atau Papua Barat, dibuktikan dengan akta kelahiran pelamar, fotokopi KTP bapak (ayah kandung) dan surat keterangan hubungan keluarga dari kelurahan/desa;
  13. Untuk penempatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan :
  14. Diutamakan laki-laki;
  15. Bersedia bekerja dalam sistem shift (pembagian waktu kerja);
  16. Bersedia bekerja on cail selama 24 jam;
  17. Bersedia dan mampu melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina baik di dermaga maupun di lepas pantai dengan sarana menggunakan tangga tali dan tangga biasa;
  18. Memiliki kemampuan berenang;
  19. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif.
  20. TATA CARA PENDAFTARAN
  21. Tahapan Pendaftaran a. Pendaftaran Online
  • Pelamar terlebih dahulu melihat pengumuman dan alokasi formasi CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 yang tersedia melalui portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.go.id) dan website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id) mulai tanggal 5 s.d 19

September 2017;

  • Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.go.id) dengan memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), NIK Kepala Keluarga atau Nomor Kartu Keluarga untuk mendapatkan akun calon peserta seleksi, dilanjutkan dengan pendaftaran sesuai jenis formasi (umum, Cum Laude/lulusan terbaik,

disabilitas dan putra-putri Papua/Papua Barat dan pengisian biodata serta pilihan instansi Kementerian Kesehatan mulai tanggal 11 s.d 25

September 2017;

  • Peserta tidak dapat melakukan perubahan terhadap jenis formasi dan instansi yang dipilih;
  • Setelah proses pendaftaran di portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.qo.id) berhasil dilakukan, pelamar akan mendapatkan username dan password untuk login ke website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id) dan langsung melakukan pendaftaran online lanjutan mulai tanggal 12 s.d 26 September 2017 (setelah 1 x 24 jam sejak pendaftaran di portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.qo.id).
  • Pelamar melanjutkan proses pendaftaran dengan mengisi data yang dibutuhkan sesuai dokumen yang dimiliki dengan memperhatikan petunjuk pengisian secara cermat dan hati-hati. Kesalahan pengisian yang tidak sesuai dengan dokumen pendukung dapat mengakibatkan ketidaklulusan seleksi administrasi;
  • Pelamar hanya dapat memilih 1 (satu) formasi jabatan sesuai kualifikasi pendidikan;
  • Pelamar tidak dapat mengubah pilihan peminatan yang sudah dipilih pada saat pendaftaran;
  • Pelamar dapat memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili pelamar;
  • Pelamar mencetak formulir pendaftaran online minimal 2 (dua) lembar, dan menempel 1 (satu) lembar pas foto terbaru berukuran 4×6 cm berwarna serta menandatangani formulir pendaftaran tersebut.
  1. Pengiriman Berkas Pendaftaran

1) Berkas pendaftaran dikirim ke Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi sesuai lokasi ujian yang dipilih.

  • Berkas pendaftaran dikirim melalui Pos Indonesia dengan kilat khusus/tercatat/ekspres mulai tanggal 13 s.d 27 September 2017 sesuai alamat PO BOX yang ditentukan;
  • Panitia hanya menerima berkas yang dikirimkan melalui PO BOX Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi sesuai lokasi ujian yang dipilih dan mulai diterima di PO BOX dimaksud mulai tanggal 13 September 2017 dan selambat-lambatnya tanggal 30 September pukul 15.00 WIB (Indonesia Bagian Tengah dan Timur menyesuaikan). Berkas yang diterima PO BOX setelah tanggal 30 September 2017 pukul 15.00 WIB (bukan tanggal cap pos pengiriman) tidak akan diproses.
  • . Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas

pendaftaran dan tidak ada pengiriman berkas susulan;

  • . Berkas yang diterima sebelum tanggal 13 September 2017 dianggap

tidak berlaku;

  • . Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan urutan

sebagai berikut:

  1. Asli hasil cetak (print out) formulir pendaftaran online (ditandai dengan barcode) yang telah ditandatangani pelamardan ditempel pas foto berwarna terbaru berukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar;
  2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak perlu dilegalisir;
  3. Fotokopi Ijazah (D.III/D.IV/S1/S2) yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang dan dicap basah (Surat Keterangan Lulus dinyatakan tidak berlaku);

Bagi yang memiliki ijazah dari perguruan tinggi luar negeri harus melampirkan fotokopi surat penyetaraan ijazah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi disertai dengan konversi IPK (tidak perlu dilegalisir).

Fotokopi transkrip nilai dari perguruan tinggi yang telah diiegalisir oleh pejabat berwenang dan dicap basah;

  1. Bagi pelamar dengan ijazah yang tidak tercantum akreditasi lulusan harus melampirkan fotokopi sertifikat/piagam/Surat Keputusan akreditasi program studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) atau menggunakan surat keterangan akreditasi dari Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi;
  2. Bagi pelamar untuk jabatan kesehatan yang mempersyaratkan Surat Tanda Registrasi (STR), harus melampirkan fotokopi STR yang masih berlaku dan tidak perlu dilegalisir (bukan STR Internship):
  3. Bagi pelamar yang mengisi pilihan sedang/pasca Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan/Nusantara Sehat dan pasca Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PPDS-BK) yang tidak terikat Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), melampirkan fotokopi SK Pengangkatan atau Surat Keterangan Selesai Penugasan atau Surat Keterangan pasca PPDS-BK yang tidak terikat WKDS.
  4. Bagi peiamar yang merupakan tenaga pegawai Badan Layanan Umum (BLU) sesuai dengan unit kerja peminatan, melampirkan fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan sebagai tenaga pegawai BLU (dilegalisir pimpinan);
  5. Asli surat pernyataan bermaterai Rp. 6.000,- berisi:
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;
  • Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  • Tidak pernah serta tidak akan terlibat dalam penggunaan dan atau pendistribusian barang-barang yang termasuk dalam golongan obat-obatan terlarang Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia (surat keterangan bebas NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku, wajib dilengkapi setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi);
  • Tidak merokok;
  • Apabila diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan, bersedia ditempatkan dan bekerja sesuai unit kerja peminatan paling singkat selama 5 (lima) tahun sejak diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.

h). Asli surat pernyataan untuk pelamar penempatan di Kantor

Kesehatan Pelabuhan bermaterai Rp. 6.000,- berisi:

  • Bersedia bekerja dalam sistem shift (pembagian waktu kerja);
  • Bersedia bekerja on call selama 24 jam;
  • Bersedia dan mampu melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina baik di dermaga maupun di lepas pantai dengan sarana menggunakan tangga tali dan tangga biasa;
  • Memiliki kemampuan berenang;
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif.
  1. . Dokumen bagi formasi khusus :
  • Cum Laude (lulusan terbaik/dengan pujian)

Keterangan lulus Cum Laude/pujian pada ijazah/transkrip nilai atau sertifikat Cum Laude.

  • Disabilitas

Surat pernyataan bahwa pelamar memiliki disabilitas hanya pada kaki/tungkai atas/tungkai bawah.

  • Putra/Putri Papua dan Papua Barat

Fotokopi ijazah SD, ijazah SLTP, dan ijazah SLTA sebagai bukti pelamar menamatkan sekolah di wilayah Papua/Papua Barat atau fotokopi akte kelahiran pelamar, KTP bapak (ayah kandung) dan asli surat keterangan dari kelurahan/kepala desa yang menerangkan bahwa pelamar asli dari Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak) asli dari Papua/Papua Barat.

  • . Seluruh dokumen disusun sesuai urutan angka 6) di atas dan dijepit

serta masukkan ke dalam map kertas dengan warna sebagai berikut:

  1. Warna map hijau untuk formasi jabatan kesehatan, pendidikan D.IV/S1/Ners/Apoteker/S.2;
  2. Warna map merah untuk formasi jabatan kesehatan, pendidikan D.lll;
  3. Warna map coklat untuk formasi jabatan Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan;
  4. Warna map kuning untuk formasi jabatan Dokter Ahli Pertama/Dokter Gigi Ahli Pertama;
  5. Warna map biru untuk alokasi formasi Cum Laude, disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat.
  • . Pada sampul map sesuai angka 7) di atas tersebut ditulis :
  1. Instansi Kementerian Kesehatan
  2. Nama peserta.
  3. Nomor pendaftaran.
  4. Jabatan, contoh: Dokter Ahli Pertama/Dosen (Asisten Ahli).
  5. Kualifikasi pendidikan, contoh: Dokter Umum, D.lll Perawat Umum, S.2 Kesehatan Masyarakat.
  • . Map berisi dokumen sesuai angka 6) di atas dimasukkan ke dalam amplop warna coklat, pada bagian depan amplop ditulis seperti contoh di bawah ini:
  1. . Pelamar bernama Elvinda memilih peminatan pada RSUP Dr.

Wahidin Sudirohusodo Makassar dan memilih untuk mengikuti ujian di Provinsi Sulawesi Selatan, maka pada bagian depan amplop ditulis:

Kepada Sub Tim Pengadaan CPNS
Kementerian Kesehatan Tahun 2017
Regional Provinsi Sulawesi Selatan
PO BOX 2023

  1. . Pelamar bernama Jalu memilih peminatan pada RSUP Dr.

Wahidin Sudirohusodo Makassar dan memilih untuk mengikuti ujian di Provinsi DKI Jakarta, maka pada bagian depan amplop

Kepada Sub Tim Pengadaan CPNS
Kementerian Kesehatan Tahun 2017
Regional Provinsi DKI Jakarta
PO BOX 0007 Jakarta Timur 13000

  1. Pada sudut kanan atas bagian depan amplop ditulis Instansi Kementerian Kesehatan.
  2. Pada sudut kiri atas bagian depan amplop ditulis Nomor Pendaftaran

Online.

  1. Pengiriman berkas pendaftaran sesuai PO BOX Regional Provinsi Lokasi Ujian, yaitu:


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seleksi penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Jadwal Pelaksanaan
No Pelaksanaan Tanggal
1. Pengumuman alokasi formasi di portai PANSELNAS (https://sscn.bkn.qo.id) dan website Kementerian Kesehatan

(https://cpns.kemkes.qo.id)

5 s.d 19 September 2017
2. Pendaftaran secara online melalui portal PANSELNAS fhttps://sscn.bkn.qo.id) 11 s.d 25 September 2017

 

 

No Pelaksanaan Tanggal
3. Pendaftaran secara online (lanjutan) melalui website Kementerian Kesehatan

(https://cpns.kemkes.ao.id)

12 s.d 26 September 2017
4. Pengiriman berkas ke PO BOX masing-masing Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi lokasi ujian 13 s.d 27 September 2017
5. Penerimaan berkas di PO BOX masing-masing Sub Tim Pengadaan CPNS Kemenkes Regional Provinsi lokasi ujian 13 s.d 30 September 2017
6. Pengumuman kelulusan seleksi administrasi 13 Oktober 2017
7. Cetak Kartu Peserta Ujian SKD secara mandiri 14 s.d 15 Oktober 2017
8. Pelaksanaan SKD 16 s.d 25 Oktober 2017
9. Pengumuman SKD 3 November 2017 (tentatif)
10. Daftar ulang peserta ujian SKB secara online 4 s.d 6 November 2017
11. Cetak Kartu Peserta Ujian SKB secara mandiri 11 s.d 12 November 2017
12. Pelaksanaan SKB 14 s.d 16 November 2017 (tentatif)
13. Pengumuman Kelulusan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 25 November 2017 (tentatif)
14. Daftar ulang secara online bagi peserta yang lulus seleksi CPNS Kementerian Kesehatan 2017 26 s.d 28 November 2017

 

 

website Kementerian Kesehatan; (https://cpns.kemkes.qo.id)

  • Tahapan Seleksi dan Pelaksanaan Ujian
  1. Seleksi Administrasi
  • Panitia akan melakukan verifikasi kelengkapan berkas pendaftaran dan validasi terhadap isian print out pendaftaran dengan dokumen yang dilampirkan sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.
  • Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan pada website Kementerian Kesehatan dan selanjutnya peserta harus melakukan cetak kartu peserta ujian secara mandiri melalui website Kementerian Kesehatan tersebut.
  • Jadwal dan tempat pelaksanaan ujian akan tercantum pada kartu peserta ujian.
  1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
  • Ujian SKD melalui sistem CAT dilaksanakan di 7 regional provinsi lokasi ujian pada tanggal 16 s.d 25 Oktober 2017;
  • Peserta yang berhak mengikuti ujian SKD adalah pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi;
  • Peserta harus datang 120 menit sebelum pelaksanaan ujian untuk dilakukan verifikasi kartu ujian dan tidak ada toleransi keterlambatan sesuai dengan jadwal sesi yang telah ditentukan;
  • Peserta ujian diwajibkan membawa Kartu Peserta Ujian yang telah dicetak secara mandiri;
  • Peserta ujian hanya diperbolehkan membawa alat tulis dan KTP;
  • Tas, alat komunikasi, kamera dalam bentuk apapun, dan lain-lain harus dititipkan kepada panitia.

 

  • Pelamar dinyatakan lulus ujian SKD berdasarkan nilai ambang batas (,passing grade) yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk selanjutnya dapat mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang.
  1. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
  • Peserta yang berhak mengikuti ujian SKB adalah peserta yang dinyatakan lulus seleksi ujian SKD dengan jumlah paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan pada masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD;
  • Untuk mengikuti SKB, maka peserta yang dinyatakan lulus ujian SKD harus melakukan daftar ulang dan mencetak kartu peserta ujian secara mandiri pada portal Kementerian Kesehatan.
  • Jadwal dan tempat pelaksanaan ujian akan tercantum pada kartu peserta ujian.
  • Seleksi Kompetensi Bidang terdiri dari substansi jabatan menggunakan CAT, penilaian Executive Brain Assesment (EBA) dan penelusuran rekam jejak serta wawancara.
  1. Penempatan Unit Pelaksana Teknis Rumah Sakit dan Balai.
  • Untuk jabatan dokter/dokter gigi ahli pertama dengan

kualifikasi dokter umum/dokter gigi/spesialis.

  • Substansi jabatan menggunakan CAT, bobot 40%
  • Penilaian EBA, bobot 20%
  • Penelusuran rekam jejak terkait kualifikasi jabatan dimaksud, bobot40%
  • Untuk jabatan dokter/dokter gigi ahli pertama dengan

kualifikasi dokter umum/dokter gigi dan jabatan lainnya.

  • Substansi jabatan menggunakan CAT, bobot 60%
  • Penilaian EBA, bobot 20%
  • Penelusuran rekam jejak terkait kualifikasi jabatan dimaksud, bobot 20%
  1. Penempatan Unit Pelaksana Teknis Kantor Kesehatan

Pelabuhan.

  • Substansi jabatan menggunakan CAT, bobot 40%
  • Penilaian EBA, bobot 20%
  • Penelusuran rekam jejak terkait kualifikasi jabatan dimaksud, bobot40%
  1. Penempatan Unit Pelaksana Teknis Poltekkes
  • Wawancara, bobot 50%
  • Penilaian EBA, bobot 30%
  • Penelusuran rekam jejak terkait kualifikasi jabatan dimaksud, bobot 20%

VII. LAIN-LAIN

  1. Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 sama sekali tidak dipungut biaya;

Dihimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahap seleksi dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk lain;

  1. Berkas yang sudah dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan menjadi milik Panitia dan tidak dapat diminta kembali;
  2. Tidak diperkenankan mengubah pilihan peminatan yang sudah terdaftar;
  3. Para pelamar agar terus memonitor informasi dan perkembangan Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2017 melalui portal PANSELNAS (https://sscn.bkn.qo.id) dan website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.qo.id);
  4. Apabila terdapat peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima untuk diangkat sebagai CPNS Kementerian Kesehatan, kemudian mengundurkan diri atau meninggal dunia, formasinya dapat digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat nilai yang tertinggi berikutnya dan akan

 

diumumkan melalui website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id).

  1. Apabila alokasi formasi khusus Cum Laude, disabilitas dan putra putri Papua/Papua Barat tidak terpenuhi, maka dapat diisi oleh pelamar umum.
  2. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima tetapi tidak memenuhi syarat yang ditentukan dan/atau tidak memenuhi kelengkapan administrasi dalam batas waktu yang ditentukan, maka yang bersangkutan dianggap tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai CPNS dan formasinya dapat digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat nilai yang tertinggi.
  3. Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
  4. Apabila dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai fakta/sengaja melakukan manipulasi data baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS maka :
  • Kelulusan yang bersangkutan dinyatakan batal dan/atau memberhentikan yang bersangkutan sebagai CPNS/PNS;
  • Melanggar UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 35 dan Pasal 51 dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah).
  1. Bila ada hal-hal yang kurang jelas, kami menyediakan FAQ (Frequently Asked Questions) yang dapat dilihat di website Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id).

 

 

 

Jakarta, 5 September 2017 Sekretaris Jenderal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:

Comments are closed